Home Artikel8 Tips Penuhi Asupan Cairan Saat Puasa Ramadan, Hindari Dehidrasi dengan Terapkan Pola 2-4-2
8 Tips Penuhi Asupan Cairan Saat Puasa Ramadan, Hindari Dehidrasi dengan Terapkan Pola 2-4-2

8 Tips Penuhi Asupan Cairan Saat Puasa Ramadan, Hindari Dehidrasi dengan Terapkan Pola 2-4-2

Menjalani ibadah puasa Ramadan mengharuskan kita untuk menahan rasa lapar dan dahaga dari terbitnya matahari sampai terbenamnya sang fajar. Maka dari itu umat muslim disarankan supaya tak melupakan sahur sebagai langkah menyimpan energi di siang harinya. Namun, salah satu masalah yang kerap kali ditemui ialah dehidrasi, kondisi di mana tubuh kekurangan cairan yang mampu menganggu aktivitas sehari-hari.

Padahal cairan tubuh manusia terbilang sangat penting lo, karena sekitar 70 persen tubuh kita terdiri dari air. Begitu tubuh mengalami dehidrasi, kerja organ penting pun terganggu atau lebih buruknya lagi bisa berhenti berfungsi. Bahkan rasa haus berlebih dapat menyebabkan kulit kering, mata cekung, badan semakin lemas hingga tekanan darah yang menurun.

Untuk menghindari masalah tersebut, Hipwee punya tips cara penuhi asupan cairan selama Ramadan yang bisa langsung kamu praktikkkan. Yuk simak langkahnya!

1. Ketika waktu berbuka tiba, jangan tunda untuk konsumsi air putih. Sebisa mungkin hindari minuman dingin dengan gula berlebih

Perbanyak minum air putih | Credit: Cats Coming via www.pexels.com

Buka puasa adalah waktu yang tepat untuk tubuh mengisi asupan cairan. Minum air putih selama puasa nyatanya bagus untuk menjaga tubuh dari dehidrasi. Setelah nggak minum seharian, maka buka puasa terbaik adalah dengan langsung konsumsi segelas air. Dengan begitu organ tubuh bisa kembali bugar, pencernaan pun jadi lebih siap menerima aneka makanan yang kamu santap setelahnya.

Sebisa mungkin hindari air yang dingin karena bisa bikin perutmu jadi kaget hingga menimbulkan kontraksi pada lambung. Jika kamu penikmat minuman manis dengan berbagai warna yang mencolok, ada baiknya mulai dikurangi ya. Selain bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2, konsumsi minuman tersebut justru bikin badanmu jadi mudah lemas dan mengantuk.

2. Penuhi asupan cairan pada saat sahur, maka penting untuk bangun di waktu yang tepat, ya. Sebisa mungkin jangan mepet imsak yang berakhir hanya konsumsi sedikit air

Bangun sahur di waktu yan tepat | Credit: Kinga Cichewicz via unsplash.com

Sahur jadi waktu yang pas untuk konsumsi air. Sebelum tubuh mencerna makanan yang ada, sehabis bangun usahakan selalu penuhi asupan cairan. Kamu bisa minum air hangat untuk melegakan kerongkongan. Salah satu manfaat minum air putih selepas bangun tidur ialah membantu mengeluarkan racun sisa metabolisme di malam hari. Nantinya racun tersebut akan keluar melalui urine.

Selain itu, mengkonsumsi air putih diklaim mampu meningkat metabolisme dan pembakaran kalori. Beberapa ahli bahkan meyakini bahwa kebiasaan ini dapat membantu menurunkan berat badan. Lakukan secara konsisten supaya hasilnya maksimal.

3. Cukupi kebutuhan cairan 8 gelas per hari dengan pola 2-4-2, yakni saat berbuka, malam hari dan ketika sahur tiba

Delapan gelas air putih per hari tetap penting | Credit: Daria Shevtsova via www.pexels.com

Saat menahan haus selama kurang lebih 14 jam, mineral pada tubuh otomatis akan berkurang. Padahal kebutuhan air mineral tetap 8 gelas per hari atau lebih. Lantas bagaimana cara membaginya? dikutip dari Halodoc, cara minum 8 gelas saat puasa bisa mengikuti metode 2-4-2. Ketika buka puasa minimal konsumsi 2 gelas air, 4 gelas air usai salat Maghrib jam 7 hingga menjelang tidur, 2 gelas terakhir bisa kamu konsumsi saat sahur.

Dengan cara tersebut selain mengatasi dehidrasi, kamu juga dapat melancarkan pencernaan serta membuang racun di dalam tubuh. Perlu diingat untuk konsumsi sedikit demi sedikit ya, jangan terlalu terburu-buru yang justru bisa bikin tersedak.

4. Tips menjaga cairan tubuh saat puasa dengan kurangi konsumsi teh dan kopi karena mengandung kafein. Akibatnya tubuh jadi mudah haus dan dehidrasi

Kurangi konsumsi kopi dan teh manis | Credit: Gary Barnes via www.pexels.com

Minum teh manis saat berbuka masih banyak diterapkan oleh beberapa orang. Padahal, cara terbaik untuk penuhi cairan dengan air mineral tanpa tambahan pemanis apapun. Minum teh tak direkomendasikan saat makan atau sesudahnya. Hal itu berisiko menganggu proses pencernaan atau penyerapan nutrisi ke dalam tubuh. Kandungan tannin dan polifenol dalam teh dapat menganggu penyerapan protein dan zat besi.

Kafein pada kopi juga mampu membuat tubuh dehidrasi, pada penelitian yang dilakukan oleh University of Connecticut menyimpulkan bahwa kopi meningkatkan frekuensi buang air kecil (BAK) dan volume urine hingga 50%. Maka dari itu minuman yang satu ini bersifat diuretik.

5. Penuhi asupan cairan dengan buah-buahan yang mengandung banyak air. Selain mampu atasi dehidrasi, juga baik untuk menjaga imun tubuh, lo

Konsumsi buah mengandung air | Credit: Emrah Tolu via www.pexels.com

Jangan biarkan dehidrasi menimbulkan gejala berat, seperti denyut jantung meningkat, demam dan penurunan kesadaran. Untuk mengatasi, kamu perlu menambah cairan tubuh dengan kadar air tinggi. Buah bisa dijadikan pilihan sekaligus melengkapi asupan nutrisi selama puasa.

Pilihlah buah-buahan yang mengandung banyak cairan, contohnya semangka mengandung sekitar 92% air, tomat 94% air, stroberi 92% air, hingga melon yang juga mengandung vitamin A, folat, vitamin C, magnesium, kalsium dan protein.

6. Daripada konsumsi cairan yang mengandung pemanis berlebih, kamu bisa pilih alternatif lain dengan air kelapa ataupun susu murni

Air kelapa jadi asupan cairan tambahan | Credit: Markus Winkler via unsplash.com

Selama bulan puasa bukan berarti tubuh tak membutuhkan kalsium. Untuk itu jangan luput konsumsi susu murni sebagai sumber energi tambahan. Selain itu susu juga bisa meningkatkan kekebalan hingga memperbaiki tidur menjadi lebih rileks. Untuk kamu yang mengalami sakit perut usai minum susu, tak perlu khawatir karena kemungkinan kekurangan enzim laktosa. Untuk atasinya bisa konsumsi cemilan terlebih dahulu ketika berbuka puasa.

Air kelapa jadi alternatif lain untuk menambah energi. Selain atasi dehidrasi, nyatanya minuman yang kaya nutrisi ini mampu menangkal radikal bebas. Air kelapa juga mengandung gula dan elektrolit yang dapat menyegarkan tubuh secara alami.

7. Selain minuman, asupan makanan berkuah juga bisa meningkatkan cairan tubuh, lo. Apalagi jika ditambah dengan sayuran di dalamnya

Makanan berkuah cocok untuk buka puasa | Credit; Valeria Boltneva via www.pexels.com

Sup merupakan salah satu makanan yang direkomendasi sebagai cara memenuhi cairan tubuh saat puasa. Selain lezat, sup juga memberi banyak manfaat untuk kesehatan. Makanan ini dapat memberikan rasa hangat pada perut ketika berbuka puasa.

Pilihlah sayuran yang mengandung banyak air sebagai pelengkap, seperti bayam, selada, mentimun hingga paprika. Makanan jenis ini bisa dikonsumsi secara langsung, jadi tambahan sup ataupun sebagai campuran salad yang mudah untuk diolah.

8. Jangan terlalu konsumsi banyak makanan asin saat sahur. Sebab garam berpengaruh terhadap pengaturan cairan di tubuh

Kurangi asupan mengandung garam | Credit: samer daboul via www.pexels.com

Mengutip NYTimes makanan asing  bisa merangsang seseorang untuk makan lebih banyak bahkan saat tubuh tak merasa lapar. Akibatnya puasamu jadi mudah terasa lelah. Bahkan mengkonsumsi makanan asin secara terus menerus mampu meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Makanan ini memberikan dampak kurang baik karena memiliki zat sodium yang tinggi. Hal itu menyebabkan tubuh lebih cepat merasakan haus dan berpotensi dehidrasi.

Itulah deretan cara tetap memenuhi asupan cairan saat bulan puasa. Dengan melakukan hal tersebut diharapkan tubuh tetap terjaga kondisinya untuk melakukan beragam aktivitas tanpa takut dehidrasi. Semoga informasinya  membantu, ya.

via hipwee

loading...
Dokter Bandung

Dokter Bandung